Sabtu, 08 Januari 2011

ekonomi Hindhu

TIGA  BASIS MEMBANGUN KESEJAHTERAAN.
Bertani, beternak dan berdagang adalah tiga basis membangun keseahteraan ekonomi dalam kehidupan bersama di muka bumi ini. Mengkondisikan tiga basis ekonomi tersebut menjadi swadharma para Vaisya Varna sebagaimana dinyatakan dalam Bhagawad Gita XVIII.44.

Pengembangan tiga basis ekonomi ini haruslah seimbang. Tidak boleh pengembangan industri perdagangan sampai merugikan eksistensi pertanian dan peternakan sebagai basis yang paling substansial dan suatu sistein ekonomi. Untuk menjaga keseimbangan itu haruslah melalui analisa ilmu pengetahuan yang adil dan jujur. Pengembangan ekonomi industri tentunya amat mulia. Tetapi tidak boleh ada dikotomi antara ekonomi agraris dengan ekonomi industri. Justru pengembangan ekonomi industri yang mendayagunakan sarana-sarana serba canggih dengan manajemen modern justru tidak meminggirkan sistem ekonomi agraris. Bahan dasar dan sistem ekonomi industri adalah pertanian dalam artian luas. Karena hakekat hidup manusia amat bersandar pada keberadaan sumber daya alam yang ada. Betapa pun majunya suatu sistem ekonomi industri tetap saja manusianya makan hasil pertanian dan peternakan. Justru pertanian dan peternakan harus dikuatkan eksistensinya melalui proses industri.

Dengan industri itu pertanian dan peternakan akan memberi nilai tambah pada usaha pertanian dan peternakan tersebut. Dalam ajaran Hindu tiga basis kesejahteraan ekonomi tersebut diajarkan dalam ilmu Athasastra Catur Vidya adalah empat ilmu untuk membangun masyarakat sejahtera. Catur Vidya yang ketiga menu- rut Resi Kautilya adalah Waarttaa. Dalam bahasa Sansekerta kata Waarttaa ini artinya mata pencaharian atau pekerjaan. Istilah ini di samping terdapat dalam kitab Arthasastra dinyatakan juga dalam kitab Manawa Dharmasastra VII. 43

Dalam Sloka Manawa Dharmasastra tersebut seorang pemimpin Negara (Raja) wajib mengupayakan Waarttaa (lapangan kerja) ini dengan baik sebagai syarat seorang pemimpin negara yang ideal. Waartta ini sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan yang khusus untuk mempelajari tentang cara mengembangkan lapangan kerja untuk masyarakat luas.
Dalam Slokantara 37 ada dinyatakan bahwa seorang Vaisya harus mengembangkan mata pencaharian (Waarttaa) dengan
tiga basis yaitu Krsi artinya pertanian, Goraksya artinya
peternakan, Vanijyam artinya perdagangan. Hal  ini juga dinyatakan lebih jelas lagi di dalam kitab Bhagawad Gita XVIII. 44 bahwa ada tiga basis membangun kemakmuran sebagai Swadharma Vaisya Varna yaitu Krsi, Goraksya dan Vanijyam.

Dalam sumber lain Gde Puja, MA., S.H., mengartikan Waarttaa itu sebagai ilmu agraria. Memang ekonomi agraria itu adalah menyangkut tiga basis tersebut. Bagaimana pun majunya suatu ekonomi industri seharusnya kehidupan agraria tidak boleh dilupakan sebagai sumber yang memberikan lapangan kerja kepada masyarakat. Ekonomi agraria yang berbasiskan pertanian, perdagangan dan peternakan adalah nenek moyang semua sistem ekonomi. Negara harus melindungi tiga basis’ ini untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat. Kalau negara mampu memciptakan gairah hidup bagi mereka yang berkecimpung dalam tiga basis ekonomi tersebut maka pembangunan kesejahteraan akan menjadi lebih kuat.
Pertanian, peternakan dan perdagangan itu adalah sumber yang paling dasar dari hidup umat manusia. Betapa pun majunya suatu industri baik barang maupun jasa kalau tiga basis ekonomi tersebut terbengkalai maka daya tahan ekonomi itu tidak akan kuat

Orang tidak naik mobil, tidak mendengar radio atau nonton telivisi, tidak pakai sabun, tidak pakai sandal beberapa bulan, tidak akan apa-apa. Tetapi kalau sampai tidak makan, tidak minum untuk beberapa lama saja sudah tidak tahan hidup. Betapa pun majunya suatu negara seharusnya tidak boleh mengabaikan tiga basis tersebut.

Tiga basis kesejahteraan itu harus terus diupayakan oleh semua pihak agar masyarakat selalu bergairah untuk bekerja di tiga basis tersebut. Jangan dibiarkan tiga basis ekonomi tersebut menjadi turun gengsinya sebagai pencipta lapangan kerja.

Demikian juga tiga basis itu haruslah dibuat sedemikian rupa supaya dia bersinergi memberikan masyarakat lapangan kerja, memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan juga memelihara lingkungan alam dan lingkungan budaya. Jangan karena industri demikian maju sehingga pendapatan masyarakat sangat baik karena industri tersebut. Daya beli masyarakat sangat kuat.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan maka sebagian terbesar kebutuhan itu di impor. Akibatnya di lingkungan masyarakat tersebut lahan pertanian dan peternakan pun ditinggalkan masyarakatnya. Banyak lahan tidur. Akibatnya lingkungan alam pun menjadi rusak.

Daya resapan tanah pada air menjadi sangat kurang. Ruang hijau menjadi langka. Polusi udara pun menjadi semakin padat dan luas. Sikap hidup masyarakat dan sikap hidup produktif menjadi sikap hidup konsumtif menjadi makin berkembang. Jenis tanaman dan hewan khas sebagai unggulan di suatu daerah pun bisa lenyap.

Kalau dalam bidang produksi pertanian dan peternakan suatu masyarakat terlalu tergantung pada produksi daerah lain maka apa yang disebut kemandirian akan makin jauh. Kalau ada suatu masalah di daerah pensuplai maka kehidupan ekonomi pun menjadi kacau.
Pertanian, peternakan dan perdagangan itu harus diciptakan saling menguntungkan. Misalnya petani mengolah sawah/ladangnya dengan menggunakan ternak sapi atau kerbau sebagai penarik bajak. Ternak tersebut tidak membutuhkan bahan bakar minyak.

Makanan ternak seperti rumput-rumputan dan daun-daunan dapat diproduksi sendiri di sawah dan ladang sendiri. Kotoran ternak itu pun menjadi rabuk tanaman di sawah dan ladang sendiri. Hasil sawah ladang dan ternak di jual di pasar desa atau kota yang tidak jauh dari domisili ini sudah saling bersinergi antara pertanian, peternakan dan perdagangan. Hal ini tentunya kita bicara dalam artian kehidupan agraris untuk membangun kesejahteraan di tingkat dasar.

Tentunya masalahnya akan menjadi lain kalau sudah bicara pertanian, peternakan dan pedagangan dalam artian industri. Apa lagi industri pertanian, peternakan dan perdagangan dengan orientasi ekspor. Pengembangan kehidupan industri tersebut tentunya sangat baik untuk dikembangkan, namun jangan mengabaikan kehidupan agraris yang paling dasar.
Justeru pengembangan ekonomi industri itu akan balk apabila tidak merusak sistem ekonomi agraris. Ekonomi industri dai agraris harus dibuat saling bersinergi tidak dibuat dikotomi seperti umumnya sering terjadi dalam era pembangunan ekonomi dewasa ini.

Bisnis-Bali,
Oleh :  I Ketut Wiana

0 komentar:

Posting Komentar